Tips Agar Bisnis Laku Setiap Hari tanpa Rugi

bisnis yang laku setiap hari

Apakah Anda seorang wiraniaga yang selalu memindai lanskap penjualan untuk memperbaiki keadaan? Apakah Anda cenderung motivasi penjualan Anda dengan sangat hati-hati, tidak pernah lupa bahwa Anda memang bertanggung jawab atas tingkat keberhasilan Anda?

1. Pelajari Nasabah:

Setiap kali Anda bersama pelanggan, mintalah untuk mempelajari sesuatu yang pribadi dan profesional tentang mereka. Jangan biarkan waktu Anda bersama-sama terfokus pada peluang bisnis segera sehingga Anda kehilangan informasi tambahan jangka panjang. Ini adalah informasi jangka panjang yang Anda dapatkan yang akan membantu Anda mempertahankan pelanggan, dan semakin lama Anda memiliki pelanggan, semakin besar kemungkinan mereka untuk merujuk orang lain kepada Anda.

Saat Anda mengumpulkan informasi tentang orang tersebut, cari barang yang sama-sama menarik bagi Anda berdua. Ini adalah item yang akan membantu Anda mendorong hubungan bisnis ke tingkat berikutnya.

2. “Harga Anda Tidak Cukup Tinggi”:

Baiklah, jadi Anda belum pernah mendengar kalimat itu, tapi bukankah hebat mendengarnya? Harga tidak akan pernah terlalu tinggi – hanya terlalu tinggi bila kita tidak meluangkan waktu untuk mencari tahu manfaat sebenarnya dari barang yang kita jual. Ingat, tidak ada yang namanya “terlalu mahal.” Hanya ada keyakinan bahwa potensi keuntungan dari sesuatu tidak sebanding dengan harganya.

bisnis yang laku setiap hari
bisnis yang laku setiap hari

Prinsip ini menjelaskan mengapa satu orang mungkin bersedia membayar hanya $ 10.000 untuk sebuah mobil, sementara mobil tersebut mungkin berharga 100.000 dolar untuk orang lain. Perbedaan? Manfaat yang dirasakan.

Lain kali Anda akan membeli atau menjual sesuatu, pikirkanlah dalam hal manfaat yang dapat diperoleh pelanggan dari menggunakannya dan bukan harga yang Anda minta. Ketika sampai pada hal itu, tidak ada yang terlalu mahal – hanya tidak memiliki cukup keuntungan untuk menjamin harganya.

3. Sasaran Nasabah:

Tahukah Anda apa tujuan yang dimiliki pelanggan Anda? Bayangkan seberapa jauh lebih efektif Anda bisa jika Anda tahu tujuan orang yang Anda jual. Cari tahu apa tujuan pribadi dan bisnis mereka untuk tahun yang akan datang dan yang akan datang dengan mengajukan pertanyaan dan mendengarkan jawaban mereka. Selain itu, beritahu mereka bahwa Anda telah menetapkan sasaran untuk diri sendiri. Jelaskan keyakinan Anda bahwa penting bagi Anda untuk membantu pelanggan mencapai tujuan mereka agar Anda dapat mencapai tujuan Anda sendiri.

4. Kenali Nasabah Nasabah Anda:

Seberapa banyak Anda tahu tentang pelanggan pelanggan Anda? Tidak masalah jika Anda menjual B2B atau B2C, pertanyaannya tetap menuntut jawaban. Saya bekerja dengan terlalu banyak tenaga penjualan yang, ketika ditanya pertanyaan ini, hanya memiliki jawaban yang dangkal.

Luangkan waktu untuk mengetahui semua yang Anda bisa tentang apa yang memotivasi pelanggan pelanggan Anda. Luangkan waktu bersama mereka, bicaralah dengan mereka, dan yang terpenting, kenali apa yang mendorong proses pengambilan keputusan mereka. Bila Anda dapat mengidentifikasi informasi ini, Anda kemudian dapat memberikan layanan yang lebih baik bagi pelanggan Anda.

5. Diskusi Harga:

Ketika menghadapi penolakan terhadap harga, tawarkan kepada pelanggan sebuah contoh tentang di mana mereka menghabiskan lebih banyak uang untuk hal lain. Dengan demikian, pelanggan akan mulai memasukkan jumlah yang Anda minta untuk dibelanjakan dengan Anda.

Dengan demikian Anda telah paham bagaimana menjalankan bisnis yang laku setiap hari tanpa takut rugi atau kehilangan modal.